Mencontoh Kisah Sukses Srikandi Indonesia Susi Pudjiastuti di Laut dan Udara

Selamat datang kembali.

Tahukah anda, selama ini kita menempuh pendidikan yang tinggi agar kelak bisa menjadi orang sukses. Namun, ada juga sebuah keberuntungan pada seorang wanita yang tidak tamat SMA namun memiliki usaha yang sukses dibidang perikanan, dan penerbangan. Beliau memiliki pabrik pengekspor ikan ke luar negeri, memiliki persewaan pesawat terbang, hingga sekolah pilot, dan masih ada beberapa lagi wirausaha milik beliau.

Beliau adalah Susi Pudjiastuti. Beliau berasal dari keluarga nelayan di Pangandaran. Alasan saat itu bu Susi Pudjiastuti keluar dari kelas 10 (kelas 2 SMA) adalah karena merasa sudah tidak nyaman dan ingin mencoba sesuatu yang baru, yaitu bekerja mencari uang.

Lika – liku awal memulai bekerja dan berwirausaha pun pernah dialami oleh bu Susi. Sempat saat itu tidur diatas truk setiap pagi untuk berjualan ikan di Tempat Pelelangan Ikan. Begitu juga dengan investor asing yang membatalkan janji.

Namun bu Susi tetap melanjutkan bisnisnya, yang mana dari laut ke udara. Apa kiat sukses beliau?

  1. Independen / Mandiri.

Setelah beliau memutuskan untuk berhenti bersekolah, beliau memilih untuk independen atau mandiri dalam hidup. Beliau tidak ingin menyusahkan kedua orang tua beliau. Beliau memang adalah anak tertua di keluarganya dan karena itu pula beliau menjadi lebih bersemangat dalam mencari nafkah sendiri. Beliau saat itu memutuskan untuk berjualan ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) karena tidak suka bekerja ikut orang (menjadi karyawan). Itulah alasan pula beliau ingin menjadi seorang pengusaha.

 

  1. Pekerja Keras.

Beliau adalah seorang pekerja keras. Saat muda, beliau setiap hari bangun pagi untuk pergi ke Tempat Pelelangan Ikan. Beliau juga rela tidur diatas truk agar tidak terlambat. Beliau lakukan itu setiap hari sampai modal terkumpul dan mendirikan sebuah gudang untuk menyimpan ikan – ikan segar. Hingga mendirikan pabrik untuk ekspor ikan – ikan segar ke luar negeri. Dan karena itu pula, saat itu investor Jepang mempercayakan untuk memberi jaminan pinjaman modal ke bank untuk pabrik ikan bu Susi.

 

  1. Not living today, plan for future.

Itulah yang pernah dikatakan beliau. Hari ini yang kita jalani, apapun yang terjadi hari ini kita tidak akan bisa berbuat banyak. Namun, untuk hari esok, kita harus rencanakan sebaik mungkin. Kita masih bisa memperbaiki dan berjuang sehingga bisa sukses di masa depan. Masa lalu dijadikan sebagai pengalaman dan diambil pelajarannya untuk hari ini dan esok.

 

  1. Peduli lingkungan dan kemanusiaan.

Bu Susi terkenal sebagai orang yang peduli lingkungan. Di pabrik beliau, beliau tidak menggunakan Freon untuk membekukan ikan. Beliau memilih menggunakan bahan pendingin yang alami. Begitu juga beliau mendirikan pabrik dekat pantai / TPI (Tempat Pelelangan Ikan) agar ikan yang dibekukan dan diekspor adalah ikan yang masih segar baru saja ditangkap.

 

Beliau juga seorang aktivis relawan peduli kemanusiaan. Beliau pernah meminjamkan beberapa pesawat milik beliau untuk digunakan menolong korban bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004. Beliau rela untuk melepaskan kesempatan persewaan pesawat demi menolong korban bencana.

 

Itulah kiat sukses beliau yang selama ini telah beliau lakukan sejak muda. Beliau adalah seorang wanita dan seorang ibu yang tangguh, dan menjadi inspirasi hebat bagi keluarga dan orang – ornag di sekitar beliau.

Hingga seorang Presiden Joko Widodo memilih bu Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Dan selama menjadi seorang menteri, bu Susi sangat berdampak pada berkurangnya illegal fishing, pemberdayaan nelayan dan masih banyak lagi.

Bahkan ada beberapa penghargaan yang diraih oleh bu Susi Pudjiastuti, yaitu :

  • Peter Benchley Ocean Awards. Pengrhargaan yang diraih beliau di Washington DC, Amerika Serikat pada 12 Mei 2017. Beliau dinobatkan sebagai “excellence in stewardship in ocean” atau menteri yang “unggul dalam penatagunaan di lautan”.
  • WWF Leaders for a Living Planet. Yaitu pada 16 September 2016 bu Susi mendapat penghargaan dari WWF (World Wide Fund for Nature) atau organisasi peduli lingkungan dari PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa).
  • Kanjeng Ratu Ayu dari Keraton Surakarta Hadiningrat. Pada 26 Februari 2015 Bu Susi, bersama 3 menteri lain mendapat penghargaan juga, karena berperan bagi bangsa Indonesia.
  • Ganesha Widya Jasa Aditama Award dari ITB (Institut Teknologi Bandung). Pada 11 Juli 2011, beliau mendapat penghargaan tersebut karena jasa dan atau prestasi yang menonjol dalam mendukung kegiatan pengembangan IPTEK di tingkat internasional, nasional, dan atau ITB.
  • Seafood Champion Award dalam acara Seaweb Seafood Summit yang diselenggarakan di Washington, Amerika Serikat pada 7 Juni 2017. Beliau mendapat penghargaan dalam kategori kepemimpinan. South East Asian Fisheries Development Center (SEAFDEC). Beliau mendapat penghargaan karena keberhasilannya menjadi tuan rumah Inland Fishery Resources Development and Management Department (IFRDMD) pada 15 November 2017.
  • Doktor Honoris Causa, dari ITS (Institut Teknologi Surabaya). Beliau juga mendapat gelar tersebut pada 10 November 2017, atas peran penting beliau sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan.
  • Doktor Honoris Causa, dari UNDIP (Universitas Diponegoro). Beliau juga mendapat gelar tersebut karena peran penting beliau dalam pembangunan, kelautan dan perikanan.
  • Dan masih banyak lagi penghargaan beliau yang mungkin belum sempat disebutkan, atau Insya Allah akan bertambah lagi kedepannya.

Semoga kiat sukses dan prestasi yang beliau raih selama ini bisa menginspirasi kita, terutama masyarakat Indonesia. Sekian, terimakasih telah membaca, dan semoga bermanfaat.

Sanfiden Author